Lembaga Budaya AS, The National Endowment
for the Humanities (NEH), menyebarkan sebuah koleksi keislaman berjudul
Bridging Cultures Muslim Journeys Bookshelf.
Selain berbentuk buku, koleksi ini juga
dilengkapi dengan film. Tak tanggung-tanggung, 842 perpustakaan di
seluruh (50) negara bagian AS, Distrik Kolombia dan Pulau Virginia akan
mendapatkan “hadiah” tersebut secara cuma-cuma.
Bekerja sama dengan Asosiasi Perpustakaan
Amerika (ALA), NEH bermaksud menjawab kebutuhan dan keinginan
masyarakat AS atas sumber terpercaya tentang warisan budaya Muslim yang
terkait dengan peradaban Islam.
Program pembagian buku tersebut terwujud
atas bantuan hibah dari Carnegie Corporation of New York, sebuah
korporasi yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan. Salah satu yayasan
tertua di AS tersebut diambilalih Pemerintah New York tak lama setelah
berdiri pada 1911.
Karena didanai Carnegie, artinya sumber
hibah tersebut berasal dari uang pemerintah negara bagian New York, atau
dengan kata lain dari pajak warga AS. Tak diketahui secara pasti
besarnya dana yang dikeluarkan yayasan. Pendanaan tersebut sempat memicu
pro-kontra. Meski demikian, Direktur Komunikasi NEH Judy Havemann
mengatakan kepada Fox News, pihaknya telah mendapat izin melalui
legislasi untuk menjalankan program tersebut. Program ini, katanya,
merupakan bagian dari upaya mengkaji perbandingan agama.
Salah seorang anggota Kongres, Keith
Ellisson, mendukung proyek buku ini. Menurutnya, AS harus memberikan
kebebasan kepada warganya untuk belajar tentang budaya apa pun, agama
apa pun. “Sama seperti kita mendapat akses untuk buku-buku tentang agama
Kristen, Yahudi, dan ateis di perpustakaan publik,” ujar politikus yang
beragama Islam ini.
Seperangkat Bridging Cultures Muslim
Journeys Bookshelf terdiri dari 25 buku, tiga film, serta akses online
selama setahun ke Pusat Studi Islam Universitas Oxford. Untuk buku,
terbagi ke dalam empat kategori dengan masing-masing terdiri dari lima
buku. Kategori tersebut, yakni “American Stories” yang membahas sejarah
Islam di Negeri Paman Sam.
“Connected Histories” tentang sejarah
Islam sebelum era modern, “Literary Reflections” tentang refleksi
inspiratif. Dua kategori lain, yakni “Pathways of Faith” yang di
dalamnya terdapat buku bertajuk Muhammad dan The Story of the Qur’an,
serta kategori “Point of View” yang berisi novel-novel Islam ternama.
Selain membagikan buku peradaban Islam,
NEH dan ALA pun mendorong diadakannya diskusi publik mengenai buku
tersebut. Kedua lembaga ini bahkan menyiapkan hadiah khusus kepada 125
perpustakaan dan dewan budaya negara bagian yang menghelat diskusi
“Let’s Talk about It” membahas Bridging Cultures Muslim Journeys
Bookshelf. NEH dan ALA mengajak seluruh perpustakaan yang mendapat hibah
koleksi keislaman ini untuk mendaftar dan memperebutkan hadiah tersebut
hingga bulan Maret mendatang.
NEH dan ALA juga membuka peluang hibah
buku dari masyarakat umum. Siapa pun yang ingin memberikan buku tentang
peradaban Islam akan diterima.
Sumber: republika.co.id

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !