Matthew
Charles Cardinale
ATLANTA, Georgia (IPS) – ADA gerakan nasional yang tengah
berkembang untuk mengajukan amandemen ke-28 konstitusi Amerika Serikat untuk
mengatasi masalah pengeluaran korporasi tanpa batas dalam pemilu, kendati
kelompok kerja yang menangani isu ini masih berkutat pada bunyi amandemen ini.
Salah satunya dilakukan koalisi nasional
bernama Move to Amend (MTA) yang dipimpin David Cobb. Kandidat presiden dari
Partai Hijau pada 2006 ini telah melakukan tur untuk menyerukan amandemen
konstitusi yang “dengan jelas menetapkan bahwa uang bukanlah pidato, korporasi
bukanlah orang, semua korporasi tunduk pada peraturan, semua sumbangan kampanye
akan dibuka, dan (yang) memungkinkan tak ada celah,” menurut situs MTA.
Namun mengajukan amandemen konstitusi adalah
pekerjaan menakutkan. Ia perlu dukungan duapertiga anggota Parlemen dan Senat
AS, dan kemudian ratifikasi tigaperempat dari 50 legislatif negara bagian.
Menurut Cobb, butuh waktu sekitar 10 tahun
untuk membangun gerakan akar-rumput demi keberhasilan lobi pemberlakuan
amandemen itu. Tapi dia yakin pada akhirnya itu bisa tercapai.
“Ada banyak pekerjaan, tapi begitu juga Gerakan
Hak-Hak Sipil, begitu juga hak pilih perempuan,” kata Cobb kepada IPS.
“Sekelompok kecil elit yang berkuasa telah
membajak satu dari beberapa institusi di negeri ini –media dan partai politik.
Ada budaya korporasi dan karenanya kita harus mengubah struktur kekuasaan.
Satu-satunya cara yang kita mengerti adalah membangun gerakan massa
multirasial,” katanya.
“Move to Amend merupakan sebuah koalisi yang
muncul bersama secara khusus untuk bekerja bersama-sama (mengakhiri)
kepribadian korporasi (corporate personhood). Kami punya 258.000 orang yang berpartisipasi dengan kami secara khusus
dalam proyek ini. Ada segudang pekerjaan yang sedang berjalan, dan itu
menyatu.”
Upaya mengamandemen konstitusi AS sebagian
merupakan reaksi terhadap putusan Mahkamah Agung yang kontroversial dalam perkara Citizens
United (kelompok advokasi dari sayap kanan yang didanai korporaasi) vs Komisi
Pemilu Federal 2010. Putusan itu menyatakan bahwa amandemen pertama konstitusi
AS, tentang kebebasan berbicara, melarang pemerintah membatasi pengeluaran
politik yang bersifat tak terikat oleh korporasi dan serikat pekerja.
Dalam putusan tersebut, korporasi pada dasarnya
dipandang memiliki hak sama seperti orang, sehingga menciptakan istilah
kepribadian perusahaan.
Para aktivis menggelar demonstrasi di seluruh
negeri awal bulan ini untuk memprotes acara peringatan kemenangan Citizens
United ke-3.
Data pemilu nasional 2012 mulai menyingkap
jumlah pengeluaran dalam pemilu yang tak pernah terjadi sebelumnya, yakni
sekitar enam milyar dolar. Sebagian besar pengeluaran tak bisa dilacak karena
fenomena baru yang disebut SuperPACs, komite-komite
aksi politik yang secara harfiah berarti tak ada batas berapa banyak uang yang
bisa mereka belanjakan, serta korporasi bayangan yang dibikin untuk tujuan
tunggal menyalurkan uang dalam pemilu.
Salah satu strategi pengorganisasian yang
dilakukan MTA dan kelompok lain untuk mendukung amandemen konstitusional ialah
memenangi kursi komisi dan dewan lokal di tingkat kota dan kabupaten.
Menurut situs MTA, setidaknya ada 183 resolusi
pemerintah kota, 19 peraturan daerah, dan tiga resolusi di tingkat negara
bagian di Hawaii, Montana, dan Vermont yang menggolkan pelarangan kepribadian
korporasi.
Selain itu, ada 79 resolusi lokal dan 10
resolusi negara bagian yang juga ikut meloloskan, kendati MTA menganggapnya
resolusi parsial karena mereka sama sekali tak mengarah pada isu hak-hak
konstitusional korporasi.
Yang terbaru, pada 22 Januari, dewan kota di
Conway, Arkansas, meloloskan sebuah resolusi dengan dukungan bulat.
MTA sendiri merupakan koalisi dari ratusan
organisasi dan punya lusinan cabang di kota-kota di seluruh AS.
Organisasi lain yang menggarap isu ini secara
nasional adalah United for the People, yang juga sebuah
koalisi dan punya banyak cabang. Selain itu ada Free Speech for the People, People for the American Way, dan Public Citizen.
Ada perselisihan pendapat antara anggota
kongres dan sejumlah kelompok advokasi soal bunyi amandemen konstitusi yang
mesti diajukan.
Setidaknya enam anggota kongres yang berbeda
mengajukan legislasi tahun 2011 untuk mengamandemen konstitusi melalui satu
atau lain cara yang mengarah pada masalah pengeluaran korporasi tanpa batas
dalam pemilu AS.
Sementara beberapa organisasi berbeda mendukung
versi yang berbeda atas RUU itu. Misalnya, Free
Speech for the People mendukung usulan Edwards dan McGovern. People for the American Way mendukung usulan Udall. Dan
Public Citizen mendukung usulan Deutch, yang jadi rekan di Parlemen untuk
usulan Sanders di Senat.
MTA mengajukan lewat situsnya tentang apa yang
diyakininya merupakan versi terkuat dari usulan amandemen, menambahkan, “Ini
adalah keyakinan kami bahwa kita perlu berjalan pada asumsi sekali Amandemen
dikeluarkan Kongres, kita takkan memiliki kesempatan lain. Jadi kita HARUS
melakukannya dengan benar.”
“Saya menangani banyak isu. Ketika Anda
menelusuri hingga sampai ke puncak setiap isu, Anda menghadapi tembok aliansi
kotor antara uang, kepentingan korporasi, dan politisi,” ujar Stacey Hopkins, yang memimpin United for the People Georgia dan pengurus dewan untuk
MoveOn Atlanta, kepada IPS.
“Saya aktif melakukan pendaftaran pemilih, dan
kami tahu kelompok duit kotor membekingi upaya menekan pemilih di seluruh
negeri,” kata Hopkins.
“Kami juga tahu kelompok-kelompok yang
membekingi upaya mencabut Pasal Lima dari Voting Rights Act [yang memberikan hak bagi warga kulit putih untuk
memberikan suara dalam pemilu], dan sebagai seorang Amerika keturunan Afrika, ini
sesuatu yang saya sikapi secara personal,” ujar Hopkins.*
Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !