Headlines News :
Home » » Sejak Kapan Perpustakaan Ada ?

Sejak Kapan Perpustakaan Ada ?

Written By riki on Tuesday, March 19, 2013 | 3/19/2013 11:37:00 PM

Oleh : Riki Arianto

Jika kita merenung seperti seorang filsuf, arti dari bahan pustaka itu bisa menjurus dengan hasil penuangan ide, pikiran, keinginan, rasa/emosi, karya serta pengalaman manusia ke dalam benda baik berupa kertas, film, piringan hitam, caset video, kulit binatang, kulit kayu atau tumbuhan, batu dan sebaginya untuk diketahui pihak lain atau pembaca. Mungkin berupa pesan/petuah. catatan peristiwa/kejadian, kepercayaan, penemuan dan sebagainya yang secara umum disebut informasi.



Bertolak pada hasil pemikiran di atas, maka perpustakaan ada sejak zaman purba. sejak manusia tinggal di goa dan menuangkan hasil pikiran dan kepercayaannya berupa gambar-gambar di dinding goa tersebut untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada pihak lain.

Namun menurut kajian, perpustakaan yang teratur bermula kira-kira pada abad ke-13 SM yang lalu yaitu di Sumeria. Tepatnya di Kota Niniveh. Perpustakaan ini koleksinya berasal dari keluarga raja yang bernama Asurbanipal. Koleksi bahan pustakanya terbuat dari tanah liat, yaitu dengan cara membakar atau menjemur di bawah terik matahari tanah liat yang sudah dibentuk sehingga menjadi tablet tanah liat. Tulisan yang digunakan pada tanah liat tersebut berupa huruf paku.

Tapi ada juga literatur yang mengatakan di Mesir pada abad ke-3 SM, kota Sumeria/Babilonia juga ada perpustakaan milik raja-raja  Alexandria. Bahan Pustaka terbuat dari tanaman gelagah yang tumbuh di Sungai Nil. Tanaman itu diolah menjadi kertas papirus  dan digulung menjadi gulungan papirus. Tulisnnya berupa Hiroglip, dari tulisan inilah asal mula tulisan yang kita pakai sekarang.

Di pergamon, Eumenes II ada perpustakaan yang bahan pustakanya berupa pairus dan perkamen. Perkamen terbuat dari kulit binatang terutama kambing dan sapi. Perpustakaan ini sejarahnya bersamaan dengan Perpustakaan Alexandria. Sama halnya dengan  di Yunani dan Roma, perpustakaannya cukup baik namun tidak terbuka unutk umum. Hanya raja-raja dan keluarga saja yang boleh menggunakannya.

Berlanjut pada zaman pertengahan. Pada zaman ini perpustakan banyak terdapat di Gereja dan Mesjid. Bahan pustakanya berupa Perkamen dan Kertas dan terus berkembang ke zaman renaissance. untuk bahan pustaka kertas pertama kali dipakai oleh bangsa Cina tahun 105 setelah masehi. Kertas ini ditemukan oleh Tsia Lun dan menyebar kewilayah barat melalui Turkestan, Bagdad, Mesir, Tripoli, Frabrino-Italia, Jerman, Inggris dan akhirnya sampai ke Amerika pada abad ke-17.

Pada revolusi Perancis, Perpustakaan milik raja dirampas dan dijadikan perpustakaan umum rakyat. Sejak itulah perpustakaan dapat dinikmati rakyat-tidak hanya raja dan keluarga.

Bagaimana dengan di Indonesia ?. Menurut sunber sejarah tertulis, perpustakaan di Indonesia dalam arti modern didirikan tahun 1778. Berawal dari Perpustakaan Bataviasch Genostchap Van Kunsten en Wetenschappen yang kemudian menjadi Perpustakaan Museum Pusat Jakarta. Namun, berdasarkan keputusan Mendikbud No.0200/O/1980, tepatnya pada tanggal 21 Juli 1980 tentang Pembentukan Perpustakaan Nasional, maka Perpustakaan Museum tersebut diintegrasikan kedalam Perpustakaan Nasional dibawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sejak 6 Maret 1989, dikeluarkan Kepres No.11 Tahun 1989 Perpustakaan Nasional tidak lagi berada di bawah Depdikbud lagi, tapi langsung berada di bwah Presiden RI yang sehari-harinya di bawah Sekretariat Negara. Di tingkat propinsi juga sama- berada dibawah Gubernur dan menjadi Perpustakaan Daerah.


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Blogger templates

 
Support : Creating Website | Riki Arianto | Copyright#Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ruang Menulis dan Campur Sari - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template